Apakah kolostrum sapi itu? Kolostrum adalah suatu cairan alami yang dihasilkan oleh kelenjar susu semua induk mamalia, sesaat setelah melahirkan. Kolostrum dimaksudkan sebagai asupan makanan oleh makhluk yang baru dilahirkan selama jam-jam pertama setelah kelahirannya. Di dalam kebanyakan mamalia, contohnya manusia, banyak terdapat substansi aktif secara biologis yang diperlukan untuk perkembangan janin yang selayaknya dan bertahan hidup melewati plasenta serta mencapai bayi sesaat sebelum dilahirkan. Namun, kolostrum sapi sangat berbeda dalam hal ini. Pada dasarnya, tidak ada satupun dari substansi-substansi aktif secara biologis yang melewati plasenta sapi. Sebaliknya, substansi-substansi itu tertinggal di dalam kelenjar susu (puting susu) dan anak sapi hanya dapat memperolehnya dengan menyusu pada induknya selama jam-jam pertama kehidupannya. Dengan demikian, kolostrum sapi lengkap, yang dikumpulkan di dalam jam-jam pertama setelah anak sapi dilahirkan, adalah unik, dan sumber yang kental bagi berbagai macam substansi aktif secara biologis yang sangat bermanfaat.
Bagaimana kolostrum sapi terbentuk didalam tubuh induk sapi? Pembentukan kolostrum di dalam tubuh induk sapi yang mengandung dimulai sekitar tiga hingga empat minggu sebelum kelahiran anak sapi. Dalam masa itu sejumlah kecil cairan dilepaskan ke dalam jaringan-jaringan kalenjar susu yang sedang berkembang. Cairan ini mengandung sedikit hormon pertumbuhan, faktor-faktor pertumbuhan serupa-insulin dan substansi-substansi pengubah-bentuk jaringan lainnya. Substansi-substansi ini, ketika berada di dalam kelenjar susu, merangsang munculnya lokus-lokus aktif (bagian enzim atau katalis protein lain di tempat reaksi ini terjadi) pada permukaan dari sel-sel sebelah dalam dari kelenjar susu. Lokus-lokus ini merupakan wahana yang dengannya substansi-substansi yang penting bagi pertumbuhan dan daya tahan anak sapi bergerak dari aliran darah induknya ke dalam kelenjar susu. Kira-kira dua minggu sebelum kelahiran, lebih banyak cairan memasuki kelenjar-kelenjar. Ini menyebabkan beberapa dari lokus-lokus tertentu (pada permukaan sel-sel) menjadi sepenuhnya diaktifkan. Setelah itu, molekul-molekul immunoglobulin (IgG) dan sel-sel darah putih dari ibu juga diangkut melalui sel-sel dan ke dalam cairan di dalam kelenjar susu. Sel-sel darah putih ini dengan segera mulai melepaskan molekul-molekul immunoglobulin lainnya (IgM dan IgA) ke dalam cairan susu. Lokus-lokus tambahan menjadi diaktifkan selama masa 3 hingga 5 hari sebelum kelahiran dan melakukan pengangkutan substansi-substansi aktif secara biologis lain dari aliran darah ibu ke dalam cairan kelenjar susu.
Kira-kira dua hari sebelum kelahiran, kondisi kelenjar susu ibu mulai berubah dengan cepat. Jumlah hormon yang dikenal sebagai prolaktin dan, untuk kerangka yang lebih sempit, hormon-hormon lainnya, meningkat secara tajam di dalam aliran darah ibu, melumpuhkan sebagian dari kekuatan pertahanan hormon progesteron. Hal ini memungkinkan produksi sejumlah besar cairan yang memenuhi kelenjar susu, dan juga menyebabkan kesanggupan sel-sel di dalam kelenjar susu membuat substansi-substansi tertentu seperti laktosa (gula susu). Pada saat kelahiran terjadi dan plasenta disingkirkan, jumlah progesteron di dalam darah ibu berkurangan secara drastis dan tidak lagi memiliki kontrol apapun atas sekresi-sekresi (pengeluaran) di dalam kelenjar susu. Pada saat yang sama, sejenis protein yang unik berkembang di dalam lapisan sel-sel kalenjar susu. Protein ini seluruhnya menahan perpindahan substansi-substansi aktif biologis dari aliran darah ibu ke dalam kelenjar susu. Jadi, pada masa ini komposisi kolostrum di dalam kalenjar susu adalah kolostrum yang benar-benar murni dan lengkap, karena itu diperkaya secara maksimal dengan substansi-substansi aktif biologis yang dibutuhkan untuk mendukung anak sapi yang baru lahir. Sebagai tambahan selain merupakan cairan encer, berwarna kuning keemasan, zat ini memiliki karakteristik-karakteristik berikut:
-
kepekatan protein yang tinggi, yang sebagian besarnya adalah IgG (immunoglobulin).
-
kepekatan yang paling tinggi dari substansi-substansi yang meningkatkan pertumbuhan, hormon-hormon lain dan substansi-substansi aktif biologis;
-
kaya dengan lemak; dan
-
rendah laktosa.
Apakah yang dimaksud dengan kolostrum sapi pemerahan-pertama? Setelah kelahiran, komposisi cairan di dalam kalenjar susu terutama dipengaruhi oleh berapa banyak cairan telah, atau belum, dipindahkan. Selama jam-jam setelah kelahiran, pemindahan sedikit saja jumlah cairan dari kelenjar mengakibatkan sejumlah besar produksi cairan yang baru, sangat berbeda, oleh sel-sel di dalam kelenjar itu sendiri. Karena perpindahan substansi-substansi aktif biologis itu dari aliran darah ibu ditahan pada saat kelahiran, sel-sel kelenjar menciptakan semua substansi yang ditemukan di dalam cairan yang baru itu. Komposisi keseluruhan dari cairan yang tinggal kini telah menjadi campuran dari susu pertama yang aktif secara biologis dengan susu baru. Campuran ini disebut “susu peralihan”, dan tidak akan menjadi susu sepenuhnya sampai semua cairan aslinya disingkirkan. Jadi, semakin banyak kolostrum lengkap dan asli itu disingkirkan pada pemerahan-pertama setelah kelahiran, kolostrum yang tinggal menjadi semakin kurang murni.
Apakah penting mengumpulkan kolostrum langsung sesaat setelah kelahiran? Sangat penting kita sadari bahwa jika kolostrum tidak disingkirkan dari kelenjar susu dalam waktu enam hingga delapan jam setelah kelahiran, si ibu akan mulai menyerap kembali banyak dari substansi-substansi aktif biologis ke dalam sistem tubuhnya, termasuk hormon-hormon dan immunoglobulin. Oleh sebab itu, komposisi cairan di dalam kalenjar susu berubah secara cepat selama jam-jam dan hari-hari setelah kelahiran (walaupun seandainya tidak ada cairan dipindahkan) sehingga terdapat transisi berterusan dari kolostrum lengkap ke susu seluruhnya.
Apakah yang dimaksudkan dengan kolostrum sapi “lengkap”? Untuk mewujudkan semua manfaat dari bubuk kolostrum, itu harus diambil dari kolostrum lengkap yang tidak diencerkan dan mengandung segala sesuatu yang ditemukan di dalam kolostrum murni seperti yang umumnya ada di dalam sapi. Sebagai tambahan, itu harus mengandug hanya kolostrum lengkap dan tanpa zat-zat atau unsur-unsur tambahan yang dapat mengubah karakteristik dan/atau keseimbangan komponen-komponen aktif biologis atau mempengaruhi keefektifannya.
Beberapa perusahaan yang memasarkan apa yang disebut kolostrum, secara fisik atau kimiawi menyingkirkan sebagian dari komponen-komponen di dalamnya, seperti lemak, mengkleim bahwa hal itu dapat mencegah bertambahnya ketengikan dan meningkatkan daya tahan bubuk itu. Pendekatan ini tidak saja mengubah komposisi kolostrum dan hubungan dari komponen-komponen aktifnya, tetapi juga menyingkirkan beberapa dari bagian-bagian yang sangat bernilai, seperti vitamin-vitamin yang larut dalam lemak dan berbagai faktor pertumbuhan. Alasan menyingkirkan lemak akan menambah daya tahan adalah, di dalamnya sendiri, benar-benar tanpa dukungan ilmiah, karena ketengikan di dalam produk-produk berbahan susu berkaitan dengan materi-materi cair dan bukannya pertimbangan yang dibuat untuk mengeringkan bubuk kolostrum secara tepat.
Sebagai tambahan, untuk bertindak sebagai pembawa bagi komponen-komponen kolostral, lemak di dalam kolostrum memainkan peran sangat penting dalam memastikan bahwa Anda mendapatkan manfaat yang maksimum dari bubuk kolostrum yang Anda telan. Kolostrum berkualitas tinggi mengandung baik lemak maupun sejumlah besar kasein, yakni protein kompleks dan lengkap yang mengandung asam-asam amino yang sangat diperlukan tubuh. Pada saat kolostrum lengkap memasuki perut, sejenis enzim (rennin) yang hadir secara alamia akan bertindak terhadap kasein dan lemak untuk membentuk gumpalan lembut dadih serupa-keju yang mengelilingi komponen-komponen aktif dan melindunginya dari asam di dalam perut dan enzim-enzim pencernaan. Ini akan membantu memastikan bahwa jumlah maksimum komponen-komponen aktif biologis mencapai usus kecil, di mana penyerapan ke dalam aliran darah berlangsung.
Mengapa sebagian produsen menggunakan “kolostrum” yang dikumpulkan sampai 72 jam (3 hari) setelah kelahiran anak sapi? Kolostrum yang sebenarnya harus diperoleh di dalam pemerahan pertama yang dilakukan dalam jangka waktu enam hingga delapan jam setelah kelahiran anak sapi. Bertahun-tahun yang lalu Departemen Kesehatan Amerika Serikat mendefinisikan kolostrum sebagai “susu” yang dikumpulkan dalam enam pemerahan pertama setelah kelahiran. Hal ini dilakukan untuk menjaga susu yang dimaksudkan untuk konsumsi manusia sepenuhnya bebas dari kolostrum karena, pada saat itu, dipercaya bahwa kolostrum hanya cocok untuk dikonsumsi oleh anak sapi. Namun, ilmu pengetahuan kini secara luar biasa telah menambahkan pemahaman kita mengenai kolostrum sebenarnya, bagaimana ia terbentuk dan banyak manfaat yang dapat diberikannya kepada umat manusia seperti kepada anak-anak sapi. Kita sekarang tahu bahwa, di dalam tubuh induk sapi yang sedang hamil, pembentukan kolostrum berhenti pada saat kelahiran dan bahwa si induk mulai menyerap kembali komponen-komponen aktif kira-kira delapan jam setelah kelahiran, jika kolostrum ini tidak dikumpulkan. Kita juga mengetahui bahwa kolostrum harus dikumpulkan di dalam satu pemerahan saja karena, segera setelah sejumlah kecil kolostrum disingkirkan, sejumlah besar susu peralihan akan memasuki puting susu dan mengencerkan kolostrum yang tertinggal.
Nampaknya, fakta-fakta ilmiah ini belum menjangkau setiap produsen produk-produk kolostrum. Sebagian dari mereka masih memasarkan “kolostrum” yang dikumpulkan dari beberapa kali pemerahan setelah kelahiran anak sapi. Hal ini jelas menghasilkan lebih banyak “produk” per ekor sapi, tetapi bubuk-bubuk kolostrum yang dihasilkan itu sudah berkurang dalam banyak komponennya yang paling bermanfaat dan unsur-unsur pembentuknya yang tertinggal telah diencerkan secara signifikan. Oleh sebab itu, mereka tidak akan pernah menyediakan manfaat-manfaat yang setara dengan yang dicapai oleh kolostrum pemerahan-pertama yang berkualitas tinggi.
Apakah komposisi kolostrum manusia dan sapi sama? Komposisi kolostrum sapi agak berbeda dari kolostrum yang dihasilkan oleh manusia. Perbedaan paling mendasar ditemukan di dalam kandungan immunoglobulin (antibodi) dari kedua jenis kolostrum itu. Di dalam kolostrum manusia, immunoglobulin IgG disalurkan dari aliran darah ibu melalui plasenta sewaktu janin masih berada di dalam uterus (kandungan) ibu. Maka, semuanya itu tidak ditemukan dan juga tidak diperlukan di dalam kolostrum. Hal ini memberikan cukup kekebalan pasif sementara bagi bayi yang baru lahir untuk melawan agen-agen yang dapat menyebabkan infeksi setelah kelahiran. Kontras dengan itu, tak ada satupun immunoglobulin di dalam aliran darah sapi yang dipindahkan melalui plasenta dan, karenanya, anak sapi sebenarnya tanpa pertahanan ketika ia dilahirkan. Inilah salah satu alasan mengapa anak sapi harus mendapatkan kolostrum. Maka, immunoglobulin utama yang banyak ditemukan di dalam kolostrum sapi adalah IgG, dan berbeda dengan di dalam kolostrum manusia, yang utama adalah IgA. Immunoglobulin (IgA) di dalam kolostrum manusia dan susu adalah unik dalam hal bahwa itu memiliki suatu unsur protein khusus yang melekat padanya yang dipercaya memberi perlindungan melawan asam dalam perut dan enzim-enzim pencernaan.
Perlu diingat pula bahwa karena immunoglobulin dipindahkan lewat plasenta di dalam tubuh manusia, maka banyak dari antara faktor-faktor pertumbuhan yang diperlukan oleh tubuh juga dipindahkan. Oleh sebab itu, kolostrum manusia dan susu yang mengikutinya menjadi sumber-sumber tambahan bagi substansi-substansi aktif biologis ini yang memang sudah ditemukan di dalam tubuh kanak-kanak, dan bayi yang baru dilahirkan dapat bertahan hidup serta bertumbuh tanpa menerima substansi-substansi itu lewat menyusui. Kontrasnya, tak ada satupun dari faktor-faktor ini yang dipindahkan lewat plasenta di dalam sapi yang hamil dan, seperti telah dibahas sebelumnya, anak-anak sapi yang tidak menerima cukup kolostrum akan menderita cacat serius di dalam perkembangan sistem imun dan berat tubuh mereka.
Kolostrum sapi dan manusia juga berbeda di dalam hal-hal lain yang mencerminkan kebutuhan-kebutuhan yang berbeda dari masing-masing bayi yang baru dilahirkan itu. Misalnya, kolostrum dan susu manusia mengandung jumlah laktosa (gula susu) terbanyak di antara spesies manapun. Laktosa ini menyediakan sekitar 40 persen dari seluruh kalori yang tersedia untuk bayi yang sedang menyusui. Kandungan laktosa yang tinggi ini dipercaya mempunyai dua tujuan: (1) Otak bayi sangat besar, jauh lebih besar daripada spesies-spesies lainnya, dan membutuhkan banyak glukosa untuk bertumbuh dengan cepat; laktosa dengan mudah diuraikan menjadi glukosa dan galaktosa sebelum itu diserap oleh usus-usus halus; dan (2) untuk alasan-alasan kimiawi fisikal, kandungan laktosa yang tinggi menyebabkan sekresi (pengeluaran) sejumlah besar air ke dalam kalenjar susu, memastikan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan bayi untuk mendukung kehilangan cairan melalui pembentukan keringat dan air kencing.
Kolostrum dan susu sapi mengandung jauh lebih banyak kasein dibandingkan yang ditemukan di dalam kolostrum atau susu manusia. Kasein merupakan suatu protein “lengkap” yang kompleks. Pada saat ditelan itu dipengaruhi oleh enzim-enzim di dalam perut dan berinteraksi dengan lemak di dalam kolostrum untuk membentuk dadih yang memiliki kelembutan gumpalan keju. Karena jumlah kasein yang tinggi di dalam kolostrum sapi, dadih ini jauh lebih liat daripada apa yang membentuk di dalam bayi-bayi manusia yang dirawat. Dadih ini melindungi substansi-substansi aktif biologis di dalam kolostrum dan memberikan waktu untuk enzim-enzim tambahan menguraikan kasein menjadi peptida-peptida dan asam-asam amino. Produk-produk hasil penguraian ini diserap ke dalam tubuh yang akan bertindak sebagai balok-balok pembangun untuk protein-protein baru membentuk otot.
Apakah anak sapi memperoleh kolostrum yang diperlukannya? Setiap orang yang menggunakan kolostrum merasa kuatir kalau-kalau peternak sapi perah mengumpulkan kolostrum sebanyak yang dapat dilakukannya dan kemudian menjual semuanya itu tanpa memberikan sedikitpun kepada anak sapi. Pertama, kita perlu memahami bahwa anak sapi yang dikuatirkan tadi itu bernilai bagi peternak sapi perah sebagai pengganti atau pengembangan binatang di dalam kawanan ternaknya. Ini berarti bahwa ia akan melakukan segala sesuatu yang dapat membantu anak sapi itu bertahan hidup dan berkembang menjadi ternak yang sehat dan produktif. Sebenarnya, para peternak sapi perah moderen di Amerika Serikat menyadari bahwa membiarkan anak sapi menyusu pada induknya biasanya mengakibatkan anak sapi itu menerima lebih sedikit kolostrum daripada yang diperlukannya. Jumlah rata-rata kolostrum yang dapat dikumpulkan dari seekor induk sapi perah dewasa dalam pemerahan pertama (dalam jangka waktu enam hingga delapan jam setelah kelahiran) lebih kurang 10 liter. Berbagai kajian ilmiah telah memperlihatkan bahwa seekor anak sapi harus menerima kira-kira dua liter kolostrum dalam jangka waktu enam jam setelah ia dilahirkan untuk meminimumkan resikonya terserang penyakit dan mendukung perkembangannya sebagai seekor binatang yang sehat dan produktif. Paling tidak jumlah ini biasanya disusukan kepada anak sapi dengan menggunakan botol susu.
Apakah manfaat-manfaat utama yang diperoleh dari pengambilan kolostrum? Kolostrum sapi pemerahan pertama yang lengkap merupakan sumber alami yang menawarkan spektrum substansi-substansi aktif biologis yang mungkin terluas. Substansi-substansi ini dapat meningkatkan perkembangan berat badan yang luar biasa dan mendukung pengaktifan dan pemeliharaan fungsi sistem imun sepenuhnya. Sistem imun yang sehat secara efisien dan efektif sanggup mengatasi serangan-serangan potensial dari mikroorganisma dan sumber-sumber penyakit lainnya. Kebanyakan individu yang mulai mengkonsumsi kolostrum sebagai makanan tambahan melaporkan tenaga yang meningkat dan banyak manfaat tambahan lainnya, seperti kulit menjadi lebih halus. Kolostrum sapi juga bermanfaat bagi hampir semua spesies hewan dan dapat siap memberikan manfaat-manfaat sepenuhnya kepada manusia melalui makanan tambahan secara rutin.
Manakah yang lebih baik, mengambil kolostrum bubuk atau kapsul? Ini hanya masalah cita rasa pribadi, karena sebagian orang merasakan lebih mudah menggunakan bubuk kolostrum ketimbang menelan kapsul. Jika Anda menggunakan kapsul, itu harus ditelan dengan sedikit air, sebab sejumlah besar air dapat menghanyutkan kapsul melewati perut dan meminimalkan manfaat-manfaatnya. Dalam kasus yang manapun, perut perlu relatif kosong, misalnya sebelum makan. Hal ini untuk membiarkan kolostrum berada di dalam perut dengan waktu yang cukup untuk membentuk dadih serupa- keju yang bersifat melindungi (protektif).
Berapakah dosis kolostrum yang efektif? Menetapkan dosis yang terbaik bagi Anda adalah masalah pribadi karena kecepatan metabolik setiap orang agak berbeda dan kita semua memiliki gaya hidup yang berbeda. Bagi rata-rata orang, disarankan 1000 miligram (mg) bubuk kolostrum untuk setiap 50 pound (1 pound setara dengan 454 gram) berat badan setiap hari. Jumlah ini, dibagi menjadi dua kali dan dikonsumsi sesaat sebelum makan, biasanya akan memberikan manfaat yang maksimal. Namun, jika Anda aktif secara fisik dan melakukan latihan (olah raga) secara rutin, Anda mungkin ingin menambah dosis menjadi 1000 mg untuk setiap 25 pound berat badan per hari, untuk mengimbangi kecepatan metabolis Anda yang ditingkatkan. Penambahan dosis tidaklah berbahaya, karena tidak ada akibat-akibat sampingan berkaitan dengan menelan sejumlah besar kolostrum sapi pemerahan-pertama yang berkualitas tinggi.
Bolehkah kolostrum dikonsumsi setiap hari? Makanan tambahan rutin dengan dosis yang paling efektif untuk Anda adalah cara terbaik untuk meyakinkan bahwa Anda akan mendapatkan manfaat-manfaat kolostrum yang maksimum. Ini akan memampukan metabolisma Anda untuk selalu beroperasi pada tingkat yang paling efisien dan sistem imun Anda siap merespon tantangan.
Dapatkah saya mengkonsumsi kolostrum sapi jika saya seorang yang tidak bertoleransi (intolerant) terhadap laktosa? Sekali lagi, ini sesuatu yang Anda perlu memantapkan diri Anda sendiri dengan mencoba produk tsb, sebab ada berbagai tingkatan mengenai intolerant terhadap laktosa. Namun, jika Anda tahu bahwa Anda intolerant terhadap laktosa, mengkonsumsi kolostrum pemerahan-pertama yang berkualitas tinggi, akan meminimumkan jumlah laktosa yang Anda akan terpengaruh olehnya. Laktosa dihasilkan oleh sel-sel di dalam puting susu dan tingkat terendah terdapat di dalam kolostrum pemerahan-pertama yang diambil dalam jangka waktu 6 hingga 8 jam pertama setelah kelahiran anak sapi.
Apakah terdapat gluten di dalam kolostrum sapi? Gluten adalah suatu campuran protein-protein tumbuhan yang terutama terdapat di dalam biji-bijian serela. Tidak terdapat gluten di dalam kolostrum sapi pemerahan-pertama yang berkualitas tinggi.
Dapatkah saya mengkonsumsi kolostrum jika saya hamil atau menyusui? Tidak ada akibat-akibat sampingan yang diketahui berkaitan dengan mengkonsumsi secara rutin kolostrum sapi pemerahan-pertama berkualitas tinggi dan adalah aman mengkonsumsinya pada saat mengandung atau menyusui. Masing-masing dari kedua kondisi ini menempatkan tekanan metabolisma yang luar biasa pada tubuh dan pemberian makanan tambahan dengan kolostrum akan membantu menjaga metaboliksma Anda pada puncak efisien.
Apakah berbahaya mengkonsumsi kolostrum jika saya mempunyai sistem imun yang terlalu aktif? Kolostrum tidak menggalakkan sistem imun Anda sehingga itu menjadi terlalu aktif sepanjang waktu. Sebaliknya, kolostrum menyediakan rangsangan sehingga sistem imun Anda dapat bereaksi secara lebih efisien dan lebih efektif pada saat benda asing, seperti bakteria atau virus, memasuki tubuh Anda. Jika sistem imun tubuh Anda saat ini terlalu aktif, ada substansi-substansi di dalam kolostrum yang akan membantu menstabilkannya dan membawanya di bawah kontrol yang tepat.
Apakah hormon-hormon yang mereka berikan kepada sapi-sapi pernah ditemukan di dalam kolostrum? Banyak peternak sapi perah menggunakan bentuk sintetik dari sejenis hormon yang dihasilkan kelenjar pituitari sapi, disebut bovine somatotropin (bST), untuk memperpanjang waktu pengeluaran susu (laktasi) di dalam tubuh sapi perah dan meningkatkan produksi susu. Namun, hormon ini disuntikkan kemudian dalam masa laktasi, biasanya pada sekitar 60 hingga 70 hari setelah kelahiran anak sapi. Hormon itu akan hilang selama jangka waktu (periode) antara akhir masa laktasi dan permulaan kehamilan berikutnya, dan tidak pernah muncul di dalam kolostrum.
Dapatkah “penyakit sapi gila” diserap ke dalam kolostrum? Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE), lebih dikenal sebagai “penyakit sapi gila” adalah kelainan yang disebabkan kemerosotan otak yang terjadi pada ternak. Ternak yang terserang biasanya memperlihatkan gejala-gejala pada saat mereka berusia tiga hingga sepuluh tahun. Penyakit ini pertama kali diidentifikasikan di Inggris pada tahun 1986 dan, sejak saat itu, banyak kasus telah diselidiki di bagian-bagian lainnya dari Eropah. Namun, tidak ada kasus BSE yang pernah dipastikan terjadi di Amerika Serikat atau di negeri penghasil-susu utama lainnya.
Jaringan tubuh hewan yang didaur ulang atau diolah kembali, yang secara rutin diberikan sebagai makanan kepada sapi-sapi perah di Inggris sebagai tambahan protein, diselidiki sebagai sumber infeksi. Dipikirkan, agen penyebabnya yang paling mungkin adalah protein penyebab infeksi yang disebut prion. Daging-daging sapi dari Inggris telah dilarang di Amerika Serikat sejak 1989. Baik Departemen Pertanian Amerika Serikat (U.S. Department of Agriculture – USDA) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drug Administration – FDA) melarang penggunaan jaringan-jaringan tubuh hewan yang diolah kembali sebagai sumber-sumber protein makanan untuk diberikan kepada sapi-sapi.
Para produsen yang menyediakan kolostrum untuk produk-produk bagi manusia dituntut agar kawanan ternaknya memenuhi susu dengan standar/Grade A, secara resmi diakui pemerintah bahwa mereka tidak menggunakan jaringan-jaringan tubuh hewan yang diolah kembali atau pemberian makanan yang mengandung bahan-bahan seperti itu, dan menjamin bahwa hewan-hewan ternak mereka secara efektif divaksinasi terhadap berbagai macam penyakit.
Perlukah saya prihatin terhadap penyakit kaki-dan-mulut? Penyakit kaki-dan-mulut (biasa disebut penyakit kuku-dan-mulut) adalah penyakit menular yang biasa menyerang hewan dan, sangat jarang, menyerang manusia. Penyakit ini disebabkan sejenis virus yang menyerang hewan-hewan berkuku belah, seperti binatang-binatang peliharaan (ternak), domba, kambing, dan rusa, yang sering kali menimbulkan epidemi. Sering kali penyakit ini membunuh hewan-hewan yang masih kecil dan menyebabkan hewan-hewan betina yang hamil mengalami keguguran.
Amerika Serikat telah mengalami sembilan kali epidemi yang sangat dahsyat, dan yang paling serius terjadi pada 1914. Wabah terakhir menyerang California pada 1929 tetapi dengan cepat dapat langsung dikuasai.
Meskipun penyakit ini hampir tidak ditemukan di Amerika Serikat sekarang ini, namun Departemen Pertanian Amerika Serikat USDA telah mengambil standar-standar pengawasan yang ketat melalui inspeksi terhadap ternak-ternak yang diimport, cadangan bahan makanan ternak dan kandang, serta pengawasan yang sangat ketat dalam peraturan-peraturan karantina. Kolostrum yang dikumpulkan dari sapi-sapi perah sama rentannya terhadap penyakit kuku-dan-mulut sebagaimana susu yang dikumpulkan dari sapi-sapi yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa sangat tidak mudah mengatasi sama sekali penyakit kaki-dan-mulut, khususnya dalam kolostrum.
|